Posted by weha on 27th January 2008
Okay… I just experience something I probably won’t experience in Indonesia. I was at Barnes & Noble bookstore today, working on physics, calculus, and engineering homework with my 5 friends at the Starbucks cafe area. We were really burnt out from doing all the problems. We came at noon and it was already past 3 o’clock but nowhere near done.
Suddenly, an old guy came to our table. He said, "I can’t believe you guys are doing your homework here." Then he said, "I’ll buy you drinks." And then he gave us $20 and just walked away.
That is just random! Whoever you are, mister, we really thank you very much. An extra glass of hot chocolate really helped me. We managed to finish up at 4 o’clock.
Posted in Uncategorized | No Comments »
Posted by weha on 20th January 2008
Gua bersyukur banget bisa baca 2 buku yang masuk shorlist Khatulistiwa Literary Award : Edensor karangan Andrea Hirata dan Perantau karya Gus tf Sakai. Keduanya menyajikan fakta-fakta sebagai landasan ceritanya. Namun, fakta-fakta itu adalah fakta-fakta ringan, tidak seperti fakta-fakta science yang biasa dipakai Michael Crichton dalam buku-bukunya. Oleh karena itu, terkesan ringan dan mudah diserap otak.
Gus tf Sakai menunjukkan satu bentuk sastra cerpen yang unik buat gua tanpa mengubur makna dalam keindahan kata-katanya.Sedangkan Adrea Hirata, buku edensor itu bikin gua makin nyesel. Kata-katanya mengalir. Inikah yang dinamakan pendongeng sejati? Kenapa enggak dari dulu gua lebih menghargai sastra tanah air. 12 tahun belajar Bahasa Indonesia dari SD sampai SMA, gua gak pernah menghargai
Namun yang bikin hati gua tergerak bukan hanya kehebatan cara penulisan mereka berdua saja. Kedua buku itu menceritakan tentang seorang perantau. Pergi ke tanah orang, hidup sebatang kara, bekerja keras demi mencapai cita-cita. Seandainya gua baca buku Edensor pas gua 1 SMA, pasti cita-cita gua gak ke amrik sini, tapi ke Eropa sono.
Membaca buku itu membuat gua teringat akan mimpi-mimpi lama gua. Oh, seandainya sejak dulu mata gua tidak dibutakan oleh angka-angka… Semoga bertahun-tahun nanti, ketika gua udah bisa menjelajah dunia lebih jauh, masih banyak tempat indah tersisa di bumi ini untuk gua lihat. Karena dengan mengunjungi tempat-tempat seperti itulah, seorang observer of life, sesuatu yang kayaknya gua bisa masuk kualifikasinya, bisa membuka mata lebih lebar seperti Andrea Hirata.
Posted in Uncategorized | No Comments »
Posted by weha on 19th January 2008
Yak… Ketika semua orang berlomba-lomba menambah ketenaran di k.com, gua malah menarik diri. Aneh gak tuh? Setelah sejak Maret 2007 lalu mulai menulis, sampai menjadi "lumayan" tenar di website itu, gua akhirnya memutuskan berhenti total menulis di website itu. Mnurut data di websitenya sih, 36 minggu. 36 minggu penuh inspirasi, 36 minggu penuh pembelajaran, 36 minggu penuh… penuh… penuh apapun deh.
Alasannya? Sekarang kan udah enggak di Indo, sedangkan website itu basisnya di Indo. Gua kan jadi gak bisa leluasa berkomunikasi dengan mereka. Jadi lebih baik berhenti dan memulai mendalami dunia pena dan kata di amrik sini.
Atau itu cuma mencari-cari alasan? Mungkinkah sebenarnya gua takut kalah tenar melalui tulisan2 gua dan memilih men-tenar-kan diri dengan mengundurkan diri dari website yang sudah sedemikian besarnya itu?
Ternyata, setelah 36 minggu pun, gua masih belum menemukan gaya bahasa trademark gua. Sungguh menyedihkan… Ah… 36 minggu penuh malam-malam sepi ketika begadang menunggu inspirasi, 36 minggu penuh ketidaksabaran menunggu komentar-komentar yang tak kunjung datang, 36 minggu hidup alter ego gua yang sungguh-sungguh penuh… hanya sampai di sini kah?
Posted in Uncategorized | No Comments »
Posted by weha on 16th January 2008
Yak! Resmi udah lah… Gua jadi sekretaris buat Writer’s Bloc. Itu student organization buat penulis-penulis. Cerpen, fiksi, fantasi, misteri, puisi, sajak, dll dsb. Trus tadi juga ketemu satu guru inggris yang katanya kandidat nerima penghargaan apa gitu untuk buku kumpulan puisinya. Keren… Kapan yah bisa gitu?
Sayangnya, skarang gak bisa ikut PAC (Planning Activities Committee) lagi gara-gara pas waktu rapatnya, gua ada lab fisika. Sial…
Setelah 3 hari kelas, prediksi semester ini kayaknya bakal berat. PR-PR nya udah banyak banget. Belum gua kan jadi editor/juri buat Literature Magazine Writer’s Bloc edisi Spring 2008. Masih tambah ntar mo bantu-bantu PERMIAS buat maen angklung/nari Saman. Gila deh gua bisa-bisa… Jadi gak ya ngelamar jadi tutor? Serem ih…
Posted in Uncategorized | No Comments »
Posted by weha on 15th January 2008
Masuk semester baru. Rasanya males banget… Balik ke homework-homework yang berjibun lagi. Pop quiz yang ngada-ngada. Dosen dengan akses kentel gak jelas. Semuanya jadi beban. Kemaren gua ditanya sama temen pas gagal menjawab satu pertanyaan pr.
How does it feel like, being an average? katanya. Sampe skarang gua masih bertanya-tanya, memang apa salahnya jadi average? Apakah kalo seseorang sering berhasil, ia tidak boleh menjadi average lagi?
Setelah baca buku The Overachiever karangan Alexandra Robins, gua bner2 sadar. Di dunia, sekarang tidak ada lagi yang namanya average dalam perlombaan menimba ilmu. Di seluruh dunia, murid-murid semakin diajarkan untuk mengejar nilai akhir. Kata-katanya : Study for grade, not for knowledge and personal interest itu yang bikin gua terenyak banget.
Seorang murid yang dicap average akan diyakini tidak akan berhasil dalam kehidupan. Semua orang berlomba-lomba dengan segala cara untuk mencapai nilai yang tertinggi. Bahkan, orang tua pun ikut tertular. Mereka membanding-bandingkan anak masing-masing, dan mendorong anaknya belajar dengan sangat keras, walaupun mungkin anak tersebut tidak tertarik dengan pelajaran tersebut. Kalo di Indonesia, mungkin nyogok pejabat UAN itu termasuk kali ya?
Semua bener-bener udah terobsesi dengan angka. "Apa sih angka itu?" kata seorang tokoh dalam buku di atas.
Ya, apa sih angka itu?
Posted in Uncategorized | 1 Comment »