The Ws and Hs

We shall not cease from exploration and the end of all our exploring will be to arrive where we started and know the place for the first time.

Archive for February, 2008

Busy busy busy

Posted by weha on 28th February 2008

Whew… it’s been more than a week since I last posted here. I dunno… I just don’t have time anymore. Homeworks been piling up, my sleep time’s messed up, activities lining up… Geez… Too much to do, to little time. And now it’s weekend. I just wanna sleep, but I can’t.

So, update on activities? Student’s Lounge Art and Literature Magazine has entered the next processing step. It’s being edited now. To all people whose art and writing made it in, congratulations. To those who don’t, keep trying, compadre. Don’t give up. It doesn’t mean you’re untalented. Even I started writing from scratch.

Oh yeah. I was inducted as a Phi Theta Kappa member last week. It’s kinda like a club for honors student (>3.5 GPA). So, yeah, my GPA was 4.0 last semester. ^^ Now what’s left is to wait until next semester and I’ll be Director of Communication!!! Haha. Sounds cool, huh?

Although I’m still a bit stressed… Wondering what my application for being a tutor has become…? Why hasn’t the director contacted me back??? I’ve contacted him many times!!!! AAARRRGGGHHH!!!! I really want to be a tutor….. T.T

So, I finally had time to go fitness again just now. It’s been, what, 2 weeks? I need to find my running rhythm again… Oh, how I miss 3 years ago. Remember 10th grade? PBB? An hour after school every Tuesday and Thursday? I really need more exercise now….

I guess that’s it for now… Gonna catch up with my sleep. Cya everyone!!!! ^^

Posted in Uncategorized | No Comments »

Kembali Ke Awal 2

Posted by weha on 18th February 2008

Ok. Sebelum kita mulai kembali, aku akan meralat satu hal. Karya pertamaku yang terdokumentasi bukan bertanggal 14 April 2007, tetapi jauh sebelum itu. Tepatnya bertanggal 13 Februari 2006, lebih dari setahun sebelumnya. Karya itu adalah 5 baris puisi. Begini bunyinya :

The world has gone mad
And I have gone mad too
Not because of the mad world
But because i’m not mad enough
To live with all these madness

Puisi-puisi dan pantun-pantun singkat serupa tersebar di sana-sini, terselip di antara paragraf-paragraf, menggantung ragu di tengah-tengah obrolan ngaco antara diriku dengan diriku sendiri.

Kurasa sekarang sudah jelas. Insting menulisku keluar ketika otakku sedang menerima beban yang berat. Hal ini mungkin serupa dengan gerak reflek kita ketika tangan kita ditaruh di atas api, kita akan langsung menarik tangan kita. Seperti juga ketika otak kita sedang terbebani, kita akan memiliki kecenderungan untuk berteriak. Hanya bedanya, sebagai orang yang bisa dibilang amat sangat pendiam banget sekali ini, yang muncul bukanlah teriakan dalam bentuk suara, melainkan tulisan.

Lalu apakah artinya jika aku menerima writer’s block? Aku menarik kesimpulan bahwa hal itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Karena jika insting
menulis ini telah beranjak tidur, berarti hidupku dapat dibilang stabil, tanpa beban. Bukankah itu hal yang bagus?

Posted in Uncategorized | No Comments »

Kembali Ke Awal

Posted by weha on 18th February 2008

Saatnya istirahat. Saatnya merentangkan badan. Saatnya mengangkat pena
dari kertas. Mataku lelah. Punggungku pegal. Saatnya aku bertanya pada
diri sendiri : mengapa, mengapa dari sekian banyak bakat yang mungkin
dapat kumiliki, dari sekian banyak kegiatan yang dapat kutekuni, aku
memilih menjadi penulis?

Tiga titik di atas melambangkan 5 menit kulaui dengan berpikir, namun
tak juga kutemukan jawaban. Oleh karena itu, saya akan mengikuti saran
dari rekan penulis yang saya kenal dengan nick tspinang : kembali ke awal.

Dari arsip, dapat terlihat bahwa karya pertama yang pernah kutulis betanggal 14 April 2007, dengan judul gila. Publikasinya ada di blog ini. Setelah post itu muncul, 10 puisi satu-dua kata, trademark dan original writing style ku waktu itu, seolah berkejaran. Semuanya dengan tema keputus asaan.

Setelah 11 puisi pertamaku, ada satu posting yang menceritakan bahwa hidupku saat itu sedang kosong. Kata isi posting itu pula, karena kekosongan itu aku menggali kegilaanku. Ya, kini aku ingat waktu itu. Masa yang sangat mengerikan. Masa di mana semuanya gelap, dan hidup berjalan sekelebat tanpa kenangan.

Setelah itu karirku berlanjut ke cerpen. Ah, ya. Jika membicarakan masalah karirku sebagai cerpenis, tidak akan pernah bisa lepas dari cerpen pertamaku "Anak kampung." Cerpen sepanjang 915 kata, 5 halaman. Cerpen yang terpilih hingga babak akhir pembuatan buku kumcer kemudian.com. Cerpen yang diresensi habis2an oleh Mbak Lisa Febriyanti dan mas Wawan Eko Yulianto. Cerpen yang membangun semangat sekaligus hampir membuatku mundur dari dunia tulis menulis.

Kira-kira, ketika di masa satu bulan pertama itulah aku menemukan sebuah komunitas kemudian.com ini. Yang isinya penyair-penyair sepertiku. Setelah itu, karya-karya bagai berhamburan keluar seolah otakku mau meledak.

HIngga saat ini, telah 25 cerpen dan 35 puisi telah terdata. Kira2 ada 10 cerpen dan 10 puisi yang tak terdata. Lumayan bukan hasil kerjaku 10 bulan terakhir ini?

Kalau kucoba ingat-ingat, aku sungguh tak bisa ingat apa yang membuatku mau menuliskan semua itu. Hal ini membuatku berpikir. Apakah ini semua hanya dorongan tidak mau kalah dari rekan-rekanku yang lain? Di masa-masa yang gelap, apakah seseorang ini hanya mencari alasan agar dia dapat bersinar? Desperate for a bit of light? Benarkah hanya itu?

Kalau iya, berarti aku tidak dapat disebut sebagai penyair sejati.

<bersambung>

Posted in Uncategorized | No Comments »

The World of Paradoxes

Posted by weha on 15th February 2008

Isn’t weird? There was a shooting at Northern Illinois University on Valentine’s Day. Isn’t nice, though? 28 hours after the sad event, students got together to celebrate the love of Valentine’s Day. They danced to the music. They greeted new and old friends. They help each other with work. They made chocolate fondue. They drink. They eat. They had fun.

Ah, school world. It’s a world full of paradoxes. Things ranging from the most fun things to the most horrible things happen at school. Despite the homeworks and assignments, the tests and grades, in my opinion, students live life to the fullest. Like a sine function, their life fluctuates up and down, never stopping, never boring.

How about the teachers, those scary killer Mr.s and Mrs. I-Am-The-Professor? I tell you what, they are part of the graph. They are part of the fluctuations. They are the paradoxes. They are part of the school world.

So, the question is, why is school life (this includes kindergartens up to colleges) so phenomenal? It might be because school is a place to learn. Students learn things at school. And out of their curiosity and hunger for more lessons, they create opportunities that allow them to learn. The fact is, you can keep learning in an environment that is constantly fluctuating.

THAT is why school life is full of paradoxes. And THAT is also one reason why people say that we have to keep learning in our life. Because by keep learning, we’ll find our world fluctuating, not boring.

Posted in Uncategorized | No Comments »

Peluru Pembunuh Kantuk

Posted by weha on 14th February 2008

Goresan pensil dan pena
suara gemerisik kertas
dan sunyi senyap
di ruang kelas yang megah

Suara letusan
memekakkan telinga
desingan peluru
mengecilkan hati

Teriakan dan tangisan
korban berjatuhan
kaki-kaki berlari
berlomba dengan nasib

Rasa kantuk yang nyaman di siang hari
terpecah oleh angkara murka manusia
tiada yang mengerti entah kenapa
tidak bisakah kita hentikan ini semua?

Biarkanlah kami tinggal di sebelah sumur
bersusah payah menimba air pengetahuan
Biarkanlah kami tetap hidup dengan kantuk
daripada berjalan bersama ketakutan

*Dedicated to victims of Northern Illinois U shooting (February 14,2008)

Posted in Uncategorized | No Comments »

Konsentrasi… Atau terdistraksi

Posted by weha on 10th February 2008

Pernahkah, ketika sedang mengerjakan sesuatu, kau lupa pada
sekitarmu? Ingat rentang waktu itu, di mana sekelilingmu, suara-suara,
gerakan-gerakan, tidak lagi mempengaruhimu?

Orang bilang, konsentrasi adalah kunci sukses mengerjakan suatu hal. Siswa
harus konsentrasi dalam mengerjakan ulangannya agar teliti. Dokter bedah
mengoperasi dengan penuh konsentrasi agak tidak terjadi malpraktik. Pelukis
berkonsentrasi agar goresan kuasnya tidak salah tempat. Semua
pekerjaan/kegiatan membutuhkan konsentrasi.

Konsentrasi dapat berarti memberikan perhatian penuh. Undivided attention.
Dengan berkonsentrasi, seluruh tenaga otak dicurahkan untuk melakukan suatu
kegiatan. Dengan berkonsentrasi, kinerja otak meningkat dan seseorang dapat
berpikir lebih kritis terhadap sesuatu.

Namun, seperti akhir-akhir ini suasana ideal untuk konsentrasi sulit didapat. Tempat yang tenang sudah sulit dicari, bahkan di dalam perpustakaan pun. Mungkin budaya berkonsentrasi sudah mulai banyak hilang dari masyarakat.

Semakin banyak alat-alat yang muncul untuk mendistraksi pikiran kita. Ipod, gameboy, acara-acara televisi, sinetron, gosip artis, hiburan-hiburan, yang, sayangnya, semua adalah maya. Semuanya mencegah kita untuk memperhatikan hal-hal detail, melihat the big picture, dan berpikir secara sehat dan kritis.

Apakah ini penyebab sifat agresif manusia yang semakin lama semakin menjadi? Hanya karena provokasi sedikit darah kita sudah naik. Hanya karena kesal sedikit kita menantang perang. Lingkungan sekitar kita tidak dilihat lagi. Yang ada hanya keegoisan diri.

Those sound-oholic, those silent-ophobic, mereka berusaha kabur dari kenyataan dunia yang berat. Menyalakan kaset stereo dan bernyanyi keras-keras. Minum-minum alkohol. Pesta seks. Semua hanya untuk mendistraksi otak dari pikiran-pikiran yang tak mereka suka. Lari dari kenyataan. Bersembunyi di dunia yang maya.

Tidakkah mereka sadar akibatnya? Bukannya bebas, mereka akan semakin terkekang. Kehidupan mereka dikontrol oleh pihak lain. Mereka yang memiliki perusahaan pemroduksi alat-alat pendistraksi tersebut. Kapan mereka sadar? Distraksi yang mereka harapkan adalah sementara. Mereka diperbudak oleh ilusi.

Bangunlah! Dan pandanglah hidup dengan mata yang lebar. Dunia tidak sesederhana dan sesempit itu, sobat. Kamu masih bisa mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya. Jangan mau diperbudak oleh sesuatu yang tidak nyata. Carilah keadaan yang benar-benar dapat memberikan peace of mind yang sesungguhnya dan abadi, yang tak dapat diganggu oleh siapapun, apapun, di manapun, kapanpun.

Posted in Uncategorized | No Comments »

Maybe the aliens have invaded us? (Just a random thought)

Posted by weha on 4th February 2008

Yep. You read the title. It occurred to me when I went clubbing with my friends last Saturday night. I’m sure most of you have gone to a disco place before, but I’ll tell it anyway.

Inside, there were lights and speaker amplifier everywhere. Once the dancing starts, all you can see are various colors of lights, blinking in every direction; the loud "songs" produced by the huge hidden speakers; and lots of bottles of liquids unknown to me.

Now we now that the basic technique we’re using to communicate with aliens are sending sound waves and/or flashing colorful lights. In a club full of human being, there could be one single space being, coming only to receive daily, or should I say, nightly instruction from their boss who also owned the club, so they are harder to spot by the Intelligence or other extra terrestrial hunter agencies.

About the liquid, some of you might say it’s alcohol. But how can we be sure? We’re all blinded by the flashing lights and deafened by the loud noises. We can never be sure it’s alcohol. Even if it IS alcohol, what’s in it beside alcohol? We know alcohol can be used to preserve things. Maybe the aliens are making some bacteria
and spreading it through alcohol to infect us humans. The proof : once those liquids entered our body, our brain will lose some control over our body and mind, which condition we call "drunk". And could it be that the police always hang around after club closing time because they hope to catch a careless alien?

Beside the suggestions I made above, sometimes I can hear conversations with languages I have no knowledge of. Alien language? Well, we’ll never be sure. But it’ll be better if we prepare ourselves prior to going clubbing. Who knows, some of us might not come out at the end of the night next time.

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Yet, another one… And another one…

Posted by weha on 2nd February 2008

Yet, another weekend full of homework. Calculus, physics, engineering, and I gotta finish up my chem lab report. Luckily it’s all done now. Phiuhhh…. Seems like I study only for the sake of finishing homework, not the sake of knowledge itself.

Anyway, I still have so many things to do that I don’t know what to do. I haven’t finished my article for the school newspaper, I got journalism convention coming, which, unfortunately is the same day of PERMIAS angklung ensemble training day, and I gotta type the Writer’s Bloc LitMag time line. So which one should I go to? PERMIAS angklung ensemble? Or the journalism convention?

But I managed to do something cool yesterday. I managed to find the notes for half of Harry Potter’s Window to the Past song for recorder. It’s sooooo hard to play… Damn…

Going to a club with some friends tonight. See if I can catch some fun before yet another full week of school. See ya then, guys.

Posted in Uncategorized | No Comments »